link rel="shortcut icon" href="/favicon.ico" >
Get Adobe Flash player
Please wait while JT SlideShow is loading images...
Sidang Paripurna
Pengadaan Barang&Jasa

Komnas HAM Nilai Polisi Lakukan Pembiaran

Ambon - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Maluku menilai aparat kepolisian melakukan pembiaran, sehingga konflik antar kelompok warga Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) terus berlanjut.

 

 

“Ada unsur pembiaran dari aparat kepolisian sehingga kasus di Pelauw terus berlanjut sehingga menimbulkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda yang rusak,” ujar Ketua Komnas HAM Perwakilan Maluku, Emmy Tahapary kepada wartawan, Sabtu (11/2).

Menurutnya, konflik bentrokan antar kelompok warga di Negeri Pelauw sudah berulang kali terjadi.

Karena itu, Komnas HAM pada tanggal 25 Januari 2012 lalu saat melakukan perte­muan dengan Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Syarief Guna­wan menekankan agar ma­salah di Pelauw dan juga Ne­geri Porto dan Haria Keca­matan Saparua harus menjadi perhatian serius. Namun buktinya, di kedua wilayah itu masih saja terjadi bentrokan sehingga menimbulkan korban jiwa, luka-luka mau­pun rusaknya harta benda.

Akibat ketidak­seriusan dari apa­rat kepolisian dalam menyelesaikan bentrokan antar warga, dan ada dugaan pembiaran itu, maka Komnas HAM Per­wakilan Maluku akan melaporkan ke Komnas HAM Pusat agar konflik di Pelauw dan juga Porto-Haria menjadi masalah nasional untuk penanganannya diambil alih oleh negara.

“Jika aparat kepolisian di daerah ini tidak mampu untuk konflik, maka kewenangan ne­gara untuk mengambil alih. Kami akan mela­por­kan kasus Pelauw dan Porto-Haria ini untuk menjadi perhatian nasional,” ujar Tahapary.

Dikatakan, Komnas HAM Perwakilan Maluku sangat menyesalkan adanya pembiaran yang dilakukan sehingga konflik antar komunitas di Negeri di Pelauw terus terjadi.

Rahapary juga mengatakan, ketegangan yang terjadi di Pelauw pada Rabu (8/2) malam mestinya menjadi perhatian aparat kepolisian untuk menanganinya. Namun akibat kelalaian polisi, maka pecah lagi bentrokan pada Jumat (10/2) malam.

Tahapary mengungkapkan, pihaknya akan melakukan mediasi untuk merajut kembali hubungan persaudaraan antar komunitas di Negeri Pelauw guna menghindari aksi-aksi keke­rasan terus berlanjut.

Tahapary juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malteng untuk tidak berdiam diri dan segera mengambil langkah untuk menyelesaikan bentrok di Negeri Pelauw maupun antara warga Porto dan Haria.

Ia juga mendesak aparat kepo­lisian untuk segera menangkan aktor intelektual dibalik bentrok di Negeri Pelauw. Akibat aksi saling serang antar warga di Negeri Pelauw, sedikitya enam orang kehilangan nyawanya. Mereka yang tewas masing-masing, Saharaan Alim Sahubawa (60) dan Abdullah Rakib Latupono (69). Kedua korban yang adalah petani ini berasal dari kampung depan (pro raja).

Sementara korban jiwa dari kelompok kampung belakang (kontra raja) berjumlah empat orang, yakni Syarifudin Tualepe (48) yang merupakan dosen SPM Waiheru, Cumba Guru Tuelepe (22) yang sehari-hari sebagai tu­kang ojek, Bakri Talaohu (22) yang adalah pengangguran dan Hamin Nurlete (18), seorang siswa SMA.

Rencananya jenazah keempat korban akan dibawa ke Negeri Rohomoni untuk dimakamkan.

Sementara korban luka-luka masing-masing Hasan Ali Angkotasan (47) yang mengalami luka robek pada dahi sebelah kiri dan perut akibat terkena panah dan lemparan batu, Muhammadin Latuconsina (60) mengalami luka pada telapak kaki kanan yang hampir putus dan luka robek pada kaki kiri kena serpihan bom rakitan, Latif Latuconsina (25) mengalami luka robek pada paha sebelah kiri dan perut sebelah kiri kena bom.

Kemudian Muhammad Jafnur Salampessy (18) mengalami luka robek pada paha sebelah kiri, lengan kanan, telapak kaki kanan, luka robek dada sebelah kiri akibat kena bom, serta Abdullah Tuankota (19) mengalami luka robek pada betis sebelah kiri juga karena bom.

Sedangkan pada Sabtu (11/2) dinihari sekitar pukul 02.00 WIT, salah satu orang korban luka bernama Kaimudin Latupono (21), yang mengalami luka robek pada punggung sepanjang 10 cm dan dalam 3 cm akibat bacokan, di bawa ke RSU Tulehu.

Ribuan Warga Mengungsi

Informasi dari kepolisian me­nyebutkan, warga yang mengungsi ke Kailolo ber­jumlah 1.053 orang. Sedangkan di Ro­homoni ber­jumlah 628 orang.

Kerugian materil belum bisa dipastikan jumlahnya, namun rumah yang terbakar diperkirakan kurang lebih 300 unit.

Sementara saat kontak senjata antara warga Negeri Porto dan Haria d Kecamatan Saparua hing­ga Kamis (9/2) malam lalu, tercatat satu orang tewas, dan empat lain­nya mengalami luka-luka.

Mereka mengalami luka-luka, sementara dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hau­lussy Ambon dan Rumah Sakit Tentara (RST) Ambon.

Satu orang tewas teridentifikasi bernama A. Nanlohy (27), warga Ne­geri Porto. Nanlohy tewas, akibat diterjang timah panas di bawah ketiak kanannya.

Tiga warga Porto lainnya juga men­derita luka-luka, yaitu Robert Ririhena (30) yang mengalami luka robek pada lengan kanan, Yacobis Kainama (21), mengalami luka tembak pada pinggang kanan serta Dominggus Latuihamallo (39), mengalami luka tembak pada dada sebelah kanan.

Sejumlah warga Haria juga meng­alami luka-luka. Sebe­lum­nya pada Kamis (9/2) pagi, Steve Crhistian Latupeirissa mengalami luka tembak di lengan kiri bagian atas.

Selan­jutnya, pada Kamis ma­lam, satu orang warga dari Negeri Haria yang belum ter­identifikasi juga mengalami luka. (S-26)


 

Mobile Read

 

Publish : 13 Februari 2012

Penulis : -

Editor : -

Sumber : http://siwalimanews.com/post/komnas_ham_nilai_polisi_lakukan_pembiaran_3

Terakhir diperbaharui (Jumat, 17 February 2012 21:49)

 
Pengaduan
Komnas HAM Klarifikasi Pengaduan Warga, Pencemaran Lingkungan dan Kerusakan Fasum Akibat Tambang
13/04/2012 | swip
article thumbnail

TENGGARONG - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengadakan kunjungan ke Pemkab Kutai Kartanegara, beberapa waktu lalu terkait sejumlah surat pengaduan [ ... ]


Artikel Lainnya
Data dan Info Pengaduan
Jajak Pendapat
Menurut anda, Bagaimana Pelayanan Pengaduan Kasus-kasus HAk Asasi Manusia di Komnas HAM ?
 
mod_vvisit_counterHari ini756
mod_vvisit_counterKemarin2354
mod_vvisit_counterMinggu ini10863
mod_vvisit_counterMinggu lalu19607
mod_vvisit_counterBulan ini81247
mod_vvisit_counterBulan lalu48208
mod_vvisit_counterTotal Kunjungan1806846

We have: 14 guests, 7 bots online
IP anda: 38.107.179.228
 , 
Tanggal: 23 May, 2012