Merekam Pelanggaran HAM Melalui Fotografi
JBANDUNGAN- Tidak hanya model, atau suatu keindahan dan kegiatan yang bisa menjadi objek rekam dalam fotografi. Medium ini juga dapat untuk merekam dan mengungkap kebenaran serta menyosialisasikan isu hak asasi manusia (HAM) di Indonesia, berikut pelanggarannya.

Wakil Ketua Komnas HAM, Yosep Adi Prasetyo mengungkapkan hal itu saat menjadi pembicara dalam pelatihan fotografi yang digagas Poros Photos, bertajuk “Human Rights and Social Documentary Photography”, di Bandungan, Minggu (19/2).
Menurut Yosep, dari tahun ke tahun angka pengaduan ke Komnas HAM terkait pelanggaran hak asasi mengalami peningkatan.
Namun demikian, kenyataan di Indonesia bahwa kasus pelanggaran HAM seringkali dilupakan oleh negara. Misalnya adalah pelanggaran hak ekonomi, sosial, dan politik. Dia menegaskan, bahwa seorang fotografer harus bertindak seperti elang yang berjalan sendirian, mengamati dan mendalami hal yang akan dijadikan sebagai foto essay.
Penyadaran Baru
Jika hal demikian dilakukan fotografer, maka fotografi bisa menjadi alat untuk mengungkap kasus pelanggaran tersebut. Dia juga mencontohkan beberapa hal di Indonesia yang terungkap melalui fotografi. Salah satunya kasus di Papua yang teruangkap melalui medium fotografi.
“Jadi jangan remehkan foto, karena fotografi mengungkap kebenaran. Kejahatan perang tentara Amerika Serikat di Vietnam pada 16 Maret 1968 juga terungkap melalui fotografi,” kata pria yang akrab disapa Stanley itu.
Pelatihan tersebut selain berupa teori juga digelar dalam bentuk praktik. Pesertanya sebanyak 15 orang terpilih dari wilayah Jateng dan sekitarnya. Hasil pelatihan, rencananya akan menjadi media sosialisi dan penyadaran baru tentang HAM di masyarakat. Peserta akan merekam permasalahan sosial di lingkungan sekitarnya.(K33-72) (/)
|
Mobile Read |
Publish : 20 Februari 2012 Penulis : Banu Abdillah Editor : - |
Terakhir diperbaharui (Kamis, 23 February 2012 11:39)



















