Penyandang Cacat Masih Diperlakukan Diskriminatif
SOEKARNO-HATTA,(GM)- Saat ini masih terjadi diskriminasi kepada para penyandang cacat atau disabilitas, termasuk di bidang pendidikan. Sejumlah perguruan tinggi diketahui masih menolak calon mahasiswa dari penyandang cacat, khususnya tunanetra.

"Jelas hal tersebut sangat bertentangan dengan komitmen pemerintah yang berkomitmen melalui program Education for All," terang Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Yayat Ruhiyat, dalam Workshop Hak Asasi Manusia (HAM) "Kewajiban Negara Dalam Perlindungan dan Penegakan HAM bagi Penyandang Cacat" di Hotel Lingga Bandung, Jln. Soekarno-Hatta, Kamis (4/8). Turut hadir Sekjen Komnas HAM, Masduki Ahmad, serta Komisioner Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, Saharudin Daming.
Yayat mencontohkan, salah satu fakultas tarbiyah di perguruan tinggi ternama menolak menerima calon mahasiswa tunanetra. Penolakan dianggap kurang memiliki kemampuan.
Padahal, Kementerian Agama sudah membuka peluang bagi para tunanetra untuk bekerja menjadi guru yang memiliki pendidikan di fakultas tarbiyah.
Di tempat yang sama, Komisioner Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, Saharudin Daming akan mempelajari laporan adanya indikasi tindakan diskriminatif tersebut. Terutama kepada para penyelenggara pendidikan yang menolak menerima para penyandang cacat. (B.107)**
|
Mobile Read |
Publish : Sabtu 6 Agustus 2011 Penulis : - Editor : - Sumber : http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110806080148&idkolom=tatarbandung |
Terakhir diperbaharui (Rabu, 12 October 2011 09:34)



















